Akuntansi Sektor Publik: Pengertian, Tujuan, Jenis dan Praktiknya

nurul hidayah

26/02/2022

10:40 am

Apa itu akuntansi sektor publik (public sector accounting), berikut adalah pengertian, tujuan, ruang lingkup, dan bagaimana praktiknya di Indonesia yang akan dijelaskan oleh Blog Jurnal by Mekari.

Istilah akuntan publik memang tidak banyak dikenal oleh masyarakat umum.

Namun, keberadaannya sangat penting untuk dunia akuntansi.

Nah, jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang hal ini, mari simak penjelasan lengkapnya di artikel ini

Pengertian Akuntansi Sektor Publik

Pengertian akuntansi sektor publik yaitu proses pembukuan, pencatatan, klasifikasi, analisis, peringkasan, serta komunikasi dan interpretasi semua informasi keuangan pemerintahan yang dilakukan secara detail

Bagian ini juga meliputi  pencatatan seluruh transaksi yang termasuk transfer, disposisi dan penerimaan properti serta dana publik.

Jika diulas lebih rinci, frasa ‘sektor publik’ sendiri memiliki makna sebagai seluruh organisasi yang tidak dijalankan secara pribadi, namun didirikan, dibiayai dan dioperasikan oleh pemerintah atas nama publik.

Terdapat juga pendapat beberapa ahli terkait pengertian terhadap jenis akuntansi ini.

Pertama, Dwi Ratmono (2015) mendefinisikan akuntansi sektor publik sebagai proses pengukuran, identifikasi, pencatatan, serta pelaporan seluruh transaksi keuangan dari pemerintah daerah dengan tujuan untuk mengambil keputusan ekonomi.

Selain itu, Erlina dkk (2015) menjelaskan bahwa akuntansi sektor publik adalah akuntansi yang berguna untuk mencatat kegiatan ekonomi suatu organisasi nirlaba atau non-profit.

Sederhananya, public sector accounting umumnya digunakan oleh organisasi sektor publik, seperti masjid, rumah sakit, puskesmas, universitas/sekolah, partai politik, lembaga swadaya masyarakat hingga pemerintah pusat.

Tujuan Akuntansi Sektor Publik

Nah, setelah Anda tahu pengertian dari apa itu akuntansi sektor publik, selanjutnya Anda juga perlu tahu apa tujuan dari akuntansi di sektor publik.

  • Berguna untuk menunjukkan kepemilikan transaksi dan kesesuaian transaksi tersebut dengan aturan, hukum, dan regulasi yang ada.
  • Mengukur kinerja sektor publik saat ini dan memberi informasi untuk mengendalikan manajemen operasi pemerintah yang efisien dan efektif.
  • Melakukan perencanaan operasi di masa depan dan menilai efisiensi dan efektivitas pihak yang berwenang.
  • Memastikan legalitas transaksi serta kesesuaiannya dengan UU, peraturan, dan norma yang berlaku.
  • Membantu perencanaan dan pengendalian serta membantu melakukan laporan yang tepat waktu dan objektif.
  • Seorang akuntan sektor publik juga harus membantu organisasi dalam memberikan dasar dalam mengambil keputusan penting.
  • Memberikan solusi jika ada masalah dalam organisasi tersebut serta meningkatkan efisiensi manajemen.

Sifat Akuntansi Sektor Publik

Sifat akuntansi sektor publik yaitu adalah memenuhi persyaratan hukum yakni rekenin pemerintahan harus siap diaudit setiap tahun.

Sifat lainnya yaitu bisa melakukan fungsi penatalayanan. Maksudnya adalah pemerintah sebagai pengurus keuangan dan sumber daya negara harus bisa membuat perhitungan yang baik dalam menggunakan keuangan tersebut.

Hal ini juga memungkinkan pemerintah dalam merencanakan program dan kegiatan bangsa dengan baik di masa depan.

Selain itu, bagian ini juga menyediakan proses pengendalian dalam hal penggunaan keuangan dan sumber daya lainnya.

Terakhir, jenis akuntansi ini bersifat mengevaluasi ekonomi serta efisiensi dan efektivitas dalam tata kelola.

Baca Juga : Pengertian Akuntansi dan Pentingnya dalam Bisnis

Karakteristik Akuntansi Sektor Publik

Karakteristik akuntansi untuk sektor publik berbeda dengan akuntansi untuk sektor swasta.

Perbedaan yang utama yaitu dari  lembaga yang menggunakannya, yaitu lembaga non profit dan pemerintahan.

Karakteristik yang kedua yaitu akuntansi untuk sektor publik fokus terhadap tujuan lembaga atau organisasi.

Seperti namanya, akuntansi untuk sektor publik menyediakan informasi terkait pelayanan publik untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Dalam praktiknya, ada sejumlah komponen yang bisa mempengaruhi performa kerja dari lembaga atau organisasi sektor publik.

Komponen yang pertama yaitu berpengaruh pada bidang ekonomi,  seperti contoh nilai tukar mata uang, tingkat inflasi, infrastruktur, dan lain sebagainya.

Komponen yang selanjutnya memiliki pengaruh terhadap bidang politik, seperti  hubungan masing-masing lembaga, pemerintahan yang sedang berkuasa, dan lain sebagainya.

Ruang Lingkup Akuntansi Sektor Publik

Ruang lingkup untuk akuntansi sektor publik merupakan semua lembaga pemerintahan dan organisasi nirlaba atau non profit.

Contoh lembaga yang menggunakan jenis akuntansi ini yaitu lembaga pemerintah daerah, organisasi non profit, LSM, partai politik, yayasan, kesehatan, sekolah, tempat ibadah, dan perguruan tinggi.

Nah, agar Anda lebih mudah dalam mengingat ruang lingkupnya, ingat dan pahami saja bahwa hal ini bisa diterapkan ke lembaga yang anggarannya berasal dari dana publik.

Oleh karena itu, lembaga tersebut mempertanggungjawabkan penggunaan dana publik menggunakan akuntansi untuk sektor publik.

.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Artikel Terbaru

Hubungi Kami
%d bloggers like this: