Kakeibo: Budgeting Tradisional ala Jepang

Aura Nisrina Hesanty

23/07/2021

7:10 am

Kakeibo dibaca kah-keh-bo, merupakan cara budgeting tradisionalyang dicetuskan oleh jurnalis perempuan pertama di Jepang bernama Hani Motoko. Kakeibo dibuat pada tahun 1900-an sebagai tips mudah bagi ibu rumah tangga Jepang untuk mengatururusan finansial keluarga. Budgeting dengan menggunakan Kakeibo sangat mudah. Anda hanya perlu menulis pengeluaran harian Anda, menentukan tujuan dan target menabung, dan menimbang prioritas kebutuhan dengan hati-hati. Untuk mulai menerapkan cara pengelolaan uang ala Jepang ini, simak langkah-langkah mudah berikut!

Cara Mengatur Keuangan dengan Kakeibo

1. Mengawali sistem Kakeibo dengan mencatat pengeluaran secara rutin

Mencatat keuangan secara rutin
Sumber: pixabay.com

Sistem Kakeibo mewajibkan Anda untuk menulis seluruh pengeluaran rutin harian. Anda akan menyadari bahwa ternyata Anda telah menghabiskan uang lebih banyak dari yang Anda perkirakan. Seni dari teknik ini adalah ketika Anda menyadari bahwa Anda perlu berpikir ulang sebelum membeli sesuatu. Apakah Anda benar-benar membutuhkannya atau hanya menuruti keinginan Anda? Kakeibo akan mengubah diri Anda menjadi terorgasir secara finansial dan lebih bijak dalam mengeluarkan dana.

2. Menerapkan mindful spending

 mindful spending
Sumber: pexels.com

Dengan menerapkan mindful spending¸ dapat membawa kesadaran dalam cara Anda berpikir, mengatur emosi, dan berperilaku terhadap uang Anda. Mindful spending menggunakan emosi Anda untuk mengatur keuangan Anda dengan bijak. Cara ini bukan berarti membatasi diri Anda dari berbagai hiburan yang ada, pada akhirnya uang tersebut adalah hasil jerih payah Anda. Anda dapat menyisihkan sebagian uang, di luar pengeluaran wajib, yang dapat Anda gunakan untuk membeli apapun yang Anda inginkan. Dalam Kakeibo, diyakini bahwa “Emosi dalam mengeluarkan dana, dan puas saat menunda pengeluaran” dapat mengendalikan keputusan finansial.

3. Menggunakan amplop untuk memisahkan uang

Tips menngelola keuangan
Sumber: pexels.com

Teknik memisahkan uang dengan amplop memang merupakan cara yang dinilai kolot atau kuno. Namun pada kenyataannya, di dalam Kakeibo juga menerapkan pembagian uang ke beberapa pos pengeluaran dengan menggunakan amplop. Pos pengeluaran dalam sistem Kakeibo dibagi menjadi 4 yaitu survival (kebutuhan pokok), optional (kebutuhan sekunder atau hiburan), culture (kebutuhan untuk menambah wawasan, misalnya membeli buku atau mengikuti webinar), dan extra (keuangan cadangan untuk kondisi darurat). Cara ini dapat memudahkan Anda untuk mengelola pengeluaran agar lebih terorganisir. 

4. Mengevaluasi keuangan secara berkala

Mengevaluasi keuangan dengan Kakeibo
Sumber: pixabay.com

Setiap akhir bulan, Anda dapat mengevaluasi kembali pengeluaran yang telah Anda catat untuk mengintrospeksi diri. Dari amplop yang telah Anda gunakan untuk memisahkan pengeluaran, Anda dapat meneliti pos mana sudah cukup hemat hingga pos yang mencapai persentase pengeluaran terbanyak. Dengan hal ini, Anda dapat melakukan replanning keuangan agar dapat lebih hemat di bulan berikutnya.

Kakeibo memang sistem pengaturan keuangan yang kuno, namun keefektifan metode ini dalam penerapannya tidak perlu diragukan lagi. Walaupun Anda telah menerapkan ke-4 langkah di atas, kunci dari keberhasilan Kakeibo adalah disiplin dan konsisten. Selamat mencoba cara mengatur uang ala orang Jepang ini, ya! Jangan lupa untuk tetap mencatat keuangan bisnis Anda. Anda dapat menggunakan aplikasi seperti Akuntansi Online untuk mengatur keuangan Anda. Dengan aplikasi ini, Anda dapat membuat anggaran biaya hingga memonitor laporan keuangandi manapun dan kapanpun. Anda dapat cek akun Instagram @akuntansionline.official dan situs akuntansionline.net untuk informasi lebih lanjut.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Artikel Terbaru

Hubungi Kami
%d bloggers like this: