Tanda Utang Bisnis Dalam Bahaya

akuntansionline csweb

12/12/2019

2:50 am

Untuk mempertahankan ataupun menumbuhkan bisnis tidak dapat dipungkiri membutuhkan hutang atau pinjaman sebagai salah satu modal yang diperlukan. Dan itu tidak salah, bahkan sesuatu yang lumrah terjadi di dunia bisnis dari dulu sampai saat ini. Namun, saat memiliki hutang bisnis juga mesti diperhatikan apakah masih membuat profit atau justru sudah mencapai level berbahaya bagi keberlangsungan bisnis anda. Berikut tanda hutang bisnis anda dalam level berbahaya bagi bisnis yang sedang anda jalani:

1.  Rasio antara hutang dan asset yang dimiliki sama atau lebih besar hutang daripada asset

Batas maksimal rasio antara hutang dengan asset yakni 1:2 misal jumlah asset kita sebanyak 2 milyar maka jumlah hutang bisnis maksimal 1 milyar. Bila ini terjadi maka hutang masih sehat untuk bisnis anda. Meskipun ada yang mengatakan maksimal 40% dari profit namun itu batas maksimal yang bisa menjadi beban bisnis anda untuk bisa tertutupi. Rasio hutang ini sendiri digunakan untuk menghitung berapa banyak aset yang bisa digunakan untuk menutupi hutang bisnis yang dimiliki. Selain itu menjadi pertimbangan para investor ketika akan memberikan suntikan modal bisnisnya. Segera perhatikan hutang bisnis anda dan hitunglah rasio hutangnya apakah masih tahap wajar atau malah sudah ke level berbahaya bagi bisnis anda.

2.  Menumpuk pembayaran tagihan dan merasa berat untuk membayarnya

Kejadian menumpuk pembayaran tagihan tentu saja tidak ingin terjadi bagi banyak pelaku bisnis. Adanya pembayaran tagihan sendiri sudah menambah biaya pengeluaran bagi bisnis anda, apalagi kalau sampai tagihan tersebut menumpuk dan anda merasa berat untuk membayarkannya. Berartti hal ini ada pemasukan yang kurang, atau bisa jadi anda yang terlalu banyak hutang sampai tidak bisa memanajemen dengan baik hutang yang dimiliki. Merasa membutuhkan pinjaman-pinjaman dan pinjaman sehingga melupakan untuk bagaimana itu bisa tertutupin. Atau bisa jadi penyebabnya karena gali lobang tutup lobang, dalam artian memiliki hutang untuk membayar hutang. Dan bunga hutang yang tinggi juga menyebabkan anda merasa berat untuk membayarnya. Intinya ketika anda merasa berat membayar hutang bisnis maka kondisi keuangan anda sedang dalam level berbahaya

3.  Modal masih kurang karena hutang tidak memberikan dampak positif bagi profit yang didapatkan

Ini bisa terjadi apabila pengelolaan dana hutang bisnis tidak dilakukan dengan baik dan serampangan. Hutang yang dipinjam tidak menghasilkan profit yang semestinya. Kalau ini memang lebih kepada pengelolaan keuangan yang salah, merasa bahwa hutang bisnis gampang dicari sehingga dengan mudahnya berhutang sampai lupa untuk analisa dengan baik pengelolaan bisnis dari hutang yang sudah diambil.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kategori

Artikel Terbaru

Hubungi Kami
%d bloggers like this: